Pages

Saturday, January 30, 2010

Cerita Tentang Nasi Rames


Masih ada kaitannya dengan Ibu, wanita yang sederhana yang membuat saya menjadi cukup kuat menghadapi apapun dalam hidup ini Insya Allah...

Saya ini lahir dari keluarga sederhana, bahkan ketika kecil bisa dibilang susah. Tapi saya tidak pernah merasa kekurangan. Lagi-lagi saya dapat pelajaran bagaimana menjadi kaya dari mendiang Ibu saya. Waktu saya kecil, Ibu saya jual nasi rames menggunakan *lincak(sejenis kursi ato meja ya yang terbuat dari bambu) untuk menghidupi keluarga karena ayah saya baru saja keluar dari pekerjaannya dari jakarta, bukan di PHK tapi mengundurkan diri.

Dengan berjualan yang hanya seperti itu, bisa dibayangkan berapa penghasilan dari ibu saya?? tapi beliau tidak pernah mengeluh. Saya dan kakak2 saya juga selalu membantu beliau, entah mengupas telur, angkat2 sayur dsb. Saya juga kadang berjualan keliling kampung, menjajakan donat, lemper atau apapun yang ibu buat untuk biaya hidup kami sekeluarga. Dari situ saya belajar, kalau mau dapetin sesuatu ya harus bekerja dan berusaha.

Pelajaran lain yang saya dapet dari Ibu:
Setiap hari dari jaman ibu jualan pakai *lincak sampai sekarang kami punya bisnis keluarga di bidang jasa boga, selalu ada orang gila dan gelandangan yang minta jatah makan, sehari bisa 3 sampai 5 orang.
Saya pernah suatu ketika tanya kepada Ibu,
'bu ko setiap hari selalu ada yang minta makan... nanti ibu gak dapet uang' hanya itu yang ada di pikiran saya waktu itu (maklum lagi masih SD)
dengan bijaksana beliau menjawab
'sayang... kalo harta kita dikurangi segitu (yang nilainya seharga nasi bungkus yg dikasih ke orang gila dan gelandangan) kita gak akan jadi miskin kan??? dan kalaupun ditambah segitu kita juga tidak akan menjadi kaya'
Belajar memberi dari sedikit yang kita punya itupun pelajaran yang saya dapat dari Ibu.

Saya ingat betul pesan beliau, jadi sampai sekarang saya selalu layani mereka (orang gila dan gelandangan) dengan baik. Mereka pun manusia seperti kita yang ingin juga makan enak dan layak. Saya belajar menghargai orang lain apapun keadaannya. Saya tidak pernah menghina 'orang kecil' karena saya pernah seperti mereka dan itu rasanya sungguh tidak enak. Beruntung karena kerja keras Ibu dan Ayah saya dan kakak - kakak saya bisa menyandang Sarjana. Bisa rumpiners bayangkan betapa bangganya saya mempunyai Ibu seperti beliau??

dan jangan pernah bosan dengan cerita tentang Ibu saya... saya gak bisa nulis tentang cinta2 an bisanya ya soal cinta ibu ke anaknya yang geblek ini hehe....

No comments:

Post a Comment

Monggo kalau mau komentar