Pages

Monday, July 23, 2012

Buat Apa Jatuh Cinta & Menikah, Jika Anda Tidak Menikmati Kebersamaan Dengannya?

'Untuk apakah Anda jatuh cinta dan menikah, jika anda tidak menikmati kebersamaan dengannya?' kutipan entah dari siapa yang saya dapat dari 'teman' saya ini sangat menggelitik saya, dan kalo boleh saya bilang 'it's so me' tapi last year oke brarati 'it was so me' halah ndak tau deh sing bener kuwi piye? Tapi bener juga ya, ngapain menikah coba kalau anda sama sekali gak menikmati kebersamaan dengannya? dan kalo anda bilang anda sedang jatuh cinta tapi anda gak menikmati saat- saat bersamanya coba cek lagi beneran jatuh cinta apa bukan? Saya bersyukur saya batal menikah, mungkin kedengerannya aneh ya. Orang batal nikah tuh dimana - mana sedih bukannya bersyukur, eh kok saya malah kebalikannya. Well, inilah saya sedih ya beberapa hari habis itu move on. Sedih mulu mah rugi deh! Bersyukur? wajib hukumnya, dan beneran saya bersyukur karena mungkin kalo waktu itu kami jadi menikah, saya bakal ada dalam situasi seperti kutipan itu. Entah waktu itu saya jatuh cinta ato ngebet kawin ya? Dia baik, bahkan kelewat baik, tapi dia termasuk orang yang sangat kaku, dan semua serba teori. Mungkin karena dia orang Jerman peninggalan Hitler jadinya kaku tapi untungnya ndak kejem. Ya begitulah, saya terkadang bosan dengan segela teorinya. I know no body's perfect and i am not looking for the perfect one. Tapi at least yang bikin saya merasa nyaman, bikin saya tersenyum dan sebaliknya. Tapi memang dengan dia, saya merasa aman namun tidak cukup nyaman, dan tidak cukup 'bergetar' saat dia menggandeng tangan saya. Dan akhirnya lagi-lagi Tuhan menunjukkan jalanNya melalui cara-cara yang Ajaib, crazy , amazing ... dia tidak datang di hari yag seharusnya jadi pertunangan kami, karena alasan dokumen warga negara dia yang entah apa lah itu. Saya kaget pasti, kecewa iya, nangis dikit, tapi beruntung keluarga saya memberikan support yang luar biasa dan sama sekali tidak menyalahkan, i love u Dad, mas, mbak and adek ... Selang beberapa bulan setalah kejadian itu, saya memutuskan untuk mengakhiri hubungan saya dengan dia, saya gak mau nantinya ketika hubungan diteruskan saya sama sekali tidak menikmati kebersamaan dengan dia, atau bahkan sebaliknya. Kami putus secara baik - baik, bahkan sampai saat ini kami masih keep in touch, sometimes email, skype atau sekedar by what's up messenger. Batal menikah bukan akhir segalanya, justru ketika ketika menikah dengan orang yang salah adalah awal dari sebuah penderitaan. Gimana gak menderita kalo kita gak menikmati kebersamaan dengan orang yang kita lihat ketika membuka mata dan ketika kita mau menutup mata (tidur). Sudahkan anda merasa 'bergetar' dengan pasangan anda sekarang? jika tidak,(maaf) mungkin memang dia bukan jodoh anda -> sebuah tulisan yang saya ambil dari sini.

1 comment:

  1. jadi, kamu sebenernya mau nikah ga sih? hihihi #digaplok

    ReplyDelete

Monggo kalau mau komentar