Pages

Thursday, September 20, 2012

words !!!


Man has so many words when he asks a woman to be his girl friend ...
but ...
Man also has many words when he wants to leave a woman ...
watch out!

Benih





Aku tak tahu harus berbicara apa lagi di depanmu. Hanya ketakutan yang sedari tadi terus-menerus menghampiriku. Kekhawatiran yang sejak lama kusimpan akhirnya datang juga. Lalu harus kuapakan detak jantung yang tiba-tiba berdetak kencang ini?

Kubiarkan jantungku tetap berdetak kencang seiring laju darah yang rasanya semakin cepat. Kulangkahkan kakiku mendekatimu, sosok yang kupuja sedari dulu. Namun ketika jarak semakin hilang, tak satupun kata yang keluar dari mulutku. Hanya cairan bening yang mengkristal disudut mataku yang merepresentasikan kata yang tak terucap.

Haruskah kuberitahukan kepadamu mengenai rahasia terdalam di hatiku? Dan akankah kamu bisa tetap memaafkanku ketika semua yang selama ini sudah kusimpan dalam kotak kenanganku kubiarkan kamu ketahui tanpa ada satu pun yang aku tutupi lagi darimu.

Aku masih terdiam, dengan butiran-butiran kristal yang terus menggenang di mataku dan kemudian turun membasahi pipiku. Aku menunggumu bersuara, suara yang selalu menggetarkan hatiku.

“Bersuaralah sayang, suarakan semua rahasia itu. Dan berusahalah untuk jujur kepadaku. Masihkah ada rahasia yang belum sekali pun kamu utarakan kepadaku?”

Kau tak sekali pun melihatku. Suaramu terasa begitu bergetar seakan menahan isak tangis membuncah dari kedua matamu. Salahkah aku menyimpan rahasia ini setelah sekian lama aku menggantungkan kedua tanganku di dalam pelukanmu? Salahkah bila aku menyimpan rahasia ini agar kamu tak tersakiti lagi karena masa lalu yang pernah mengikatku?

Bibirmu mulai terbuka, perlahan kata demi kata terangkai, seperti sebelumnya suaramu tetap indah meski kali ini keindahan suaramu menghujam jantungku, pelan memang namun hujamannya cukup dalam dan menyakitkan.

“Anak yang kini kukandung tidak berasal dari benihmu.” Dalam kegamangan yang tak tertahankan dan dalam kebencian yang tak lagi bisa kutahan lagi. Aku akhirnya berkata jujur kepadamu.

Setelah terucap semua kejujuran itu, aku terdiam masih dengan butiran kristal yang kian bertambah banyak jumlahnya. Dan lelaki yang ada dihadapanku hanya mematung, tanpa kata, namun sorot matanya menyiratkan berjuta makna. Makna yang ah …

Kamu kemudian mendatangiku dan memegang tanganku. Terasa ringkih memang, tapi aku tahu ada ketulusan di dalam genggamanmu.

“Aku tahu. Aku telah mengetahui itu dari lama.”

“Tapi.. bagaimana mungkin?”

“Sudahlah. Aku tidak mau membahasnya lagi. Terima kasih untuk kejujuranmu. Aku menghargai itu.”


Bagaimanapun kejujuran memang lebih baik daripada menyimpan sampah bernama kebohongan. Sakit masih terasa di hati kedua mahkluk dewasa itu, tapi setidaknya makhluk kecil di dalam rahim Maya tidak merasakan sakit yang sama.



Tulisan Kolaborasi: Me & Teguh Puja

Tuesday, September 18, 2012

Tentang Rasa ...




Bahagia ...
Lara...
Suka ...
Duka ...
Nestapa ...
dulu, sekarang atau esok rasanya sama!
Hanya Penyebabnya saja yang berbeda
Jadi nikmatilah ...
toh jika sebelumnya aku mampu melewatinya
Sekarang atau esok pun seharusnya aku mampu
Selamat datang semua rasa ...
Duka, lara dan nestapa aku tak mau kalian tinggal terlalu lama
Bahagia tetaplah tinggal disini, dihatiku
sekarang, esok dan selamanya

Monday, September 17, 2012

Sudahkah kita benar-benar BERSYUKUR ?


Tulisan seorang sahabat tentang 'bersyukur' menyentil saya. 'Banyak orang yang mengaku SUDAH BERSYUKUR. Tapi hanya sedikit yang BENAR-BENAR BERSYUKUR..' itu tulisan Julian di FB nya.
Nah kemudian saya bertanya sama diri saya sendiri, apakah saya sudah benar-benar bersyukur? Kalau sudah benar-benar bersyukur seharusnya gak gampang merasa kecewa, gak gampang merasa sakit hati, gak gampang menangisi keadaan. Oooh berarti saya masih BELUM BENAR-BENAR BERSYUKUR sepertinya.

Lalu apa gunanya setiap malam saya mengucap syukur kepada sang Pencipta atas semua Anugerahnya jika hanya diucapkan saja?
Sementara terkadang saya sering mengutuki diri saya sendiri, merutuki nasib saya, padahal di luar sana begitu banyak orang yang hidupnya mungkin lebih 'complicated' than me.
Bersyukur & Iklhlas adalah kata yang mudah diucapkan namun sulit diamalkan jika kita tidak benar-benar berserah kepadaNya.
Bahkan beberapa hari belakangan, saya sampai bolak - balik bertanya pada diri sendiri mengenai doa yang sering saya panjatkan yaitu 'TUhan aku serahkan hidupku kedalam TanganMu dan Jadilah KehendakMu' bunyinya seperti saya ikhlas menyerahkan semuanya ke dalam tangan Tuhan, Toh nyatanya saya mengingkari ucapan dan doa saya, karena ketika ada hal sedikit saja yang tidak sesuai dengan keinginan saya, saya merasa kecewa. Padahal mungkin ya itulah 'Kehendak Tuhan'.

Jadi, apakah Tuhan suka bikin umatNya merasa kecewa? oh tentu tidak, itu karena kita yang tidak mau legowo dan ikhlas menerima Kehendaknya.
Sepertinya tadi malam, saya sedang tidak mood untuk melakukan apapun, pun jadi gak mood ngobrol dengan Tuhan, meski Tuhan selalu 'ada' buat kita. Lalu saya hanya berucap 'God, i don't want to talk with You tonight, i hate myself, i just wanna sleep! ' see? manusia itu memang makhuk paling egosentris! contohnya ya saya ini!

Dan ketika terbangun tadi pagi, saya duduk bersila, 'Tuhan begitu baiknya Engkau, semalam saya berkata begitupun.. Engkau masih memberi kesempatan saya untuk bernafas pagi ini, terima kasih Tuhan saya masih bisa mendengarkan suara burung di atas pohon di dekat kamar saya, terima kasih saya masih bisa merasakan sakit di kepala saya, terima kasih saya masih bisa merasakan nyeri di perut saya, terima kasih atas kamar yang nyaman ini sehingga semalam saya bisa tidur dengan nyenyak, dampingilah dan berkatilah setiap langkah, ucapan dan perbuatan sepanjang hari ini ya Tuhan' setelah semua itu saya benar-benar hening beberapa saat kemudian beranjak dari tempat tidur saya dan memulai aktivitas pagi seperti hari-hari sebelumnya.
Namun belum ada 1 jam, mood saya tiba-tiba terjun bebas lagi. Lalu saya memutuskan kembali tidur, dan membatalkan seluruh niat saya hari ini. Saya akhirnya tidur, tidak benar-benar tidur sebenarnya. Hanya tidur-tiduran.

Sampai akhirnya saya memutuskan bangun dari tidur setelah berjam- jam i did nothing on my bed. Mau sampai kapan saya begini? mau sampai kapan saya bermusuhan dengan diri sendiri? Come oooon Irene .. be wise! Tiba - tiba ada yang menyuarakan seperti itu. Saya duduk, masih merengut, sambil banyak sekali 'mengapa' di kepala saya! mengapa begini? mengapa begitu? mengapa harus ini? mengapa bukan itu ... terus saja begitu.

Lalu ... saya menarik nafas panjang kemudian mencoba tersenyum, i smile for none .. i just smile for myself. Saya memutuskan mandi (lagi) kemudian makan, mebuka list musik bandari saya dan saya memasuki kondisi 'harmoni state' dan lagi-lagi saya menangis saat saya meminta ampunan dari Tuhan, karena telah banyak mengingkari NikmatNya. dan kemudian saya mencoba memaafkan diri saya sendiri, dan semoga semua orang yang pernah terluka karena saya pun memafkan saya.
Saya memutuskan 'berdamai'dengan diri saya sendiri, my minds, my heart, my soul ... yuks kita bersahabat :)

Namun tidak serta merta saya menjadi benar-benar tanpa beban, namun setidaknya berkurang dan terasa lebih ringan. Saya menerima diri saya, saya menerima semua yang ada pada diri saya, saya mencintai keadaan saya, Saya bersyukur karena Tuhan telah menciptakan saya seperti apa adanya saya ini. Saya ingin belajar untuk Benar-benar bersyukur ... mulai sekarang, esok dan seterusnya :)
Guide me please my Lord :)

Thursday, September 13, 2012

Rikuh Pekewuh


Selalu saja saya bingung setiap kali mau posting, bingung harus memulai dengan kalimat apa, bingung harus dikasih judul apa.
Postingan kali ini pun kemarin mencuat dari otak untuk segera dirangkai dalam tulisan gegara obrolan saya sama teman sekaligus menejer saya yang sinting, posesif, cerewet tapi hatinya baik banget deh *ketjup emak Rainy*.

Seperti biasa setiap bareng dia di mobil, selalu saja kita terlibat obrolan asik nan random, dari masalah pria, kerjaan, cinta yang tak kunjung datang (buat dia siyh bukan saya), ngomongin orang dll.
Nah, tetiba kemarin kita ngomongin soal utang piutang. Beuh ini rumpian ibu-ibu banget deh! Nah masalah utang - utang an ini emang sensitip loh. Lha gak jarang kan kasus pembunuhan itu cuma gegara utang? hadeuh kalo saya amit-amit deh ya jangan sampe kejadian yang begitu ya.

Meski saya gak suka sama hal tersebut, saya kok sering gak tega, gak berani, gak enak kalo ada temen ato orang mau ngutang ke saya. Aneh ya, padahal ya duit saya gak banyak-banyak amat (semoga rekening mendadak berlipat ganda deh.. amien). Dan lucunya lagi ya, setelah saya ngutangin (ini kok agak ambigu ya, ngutangin = memakaikan kutang? *halah) dan yang minjem duit itu sante-sante aja gak balikin, dan ketika yang meminjamkan duit lagi butuh duitnya lah kok malah gak enak hati buat nagih. Aneh bin ajaib bukan? mustinya kan yang punya rasa ndak enak ya yang minjem duit ya?
Ada yang pernah ngalamin kejadian begini nggak? atau cuma saya aja? saya yang terlalu Jowo, terlalu rikuh pekewuh padahal seharusnya nggak perlu toh??? ah yasudahlah ... ini cuma kicauan saya, yang terkadang sebal dengan saya sendiri yang over rikuh!

Tuesday, September 11, 2012

Selamat Jalan Nando


Malam ini, saya mendapat kabar dari twitnya mommy silly
@justsilly : Teman... Dengan duka yg sangat dalam saya harus mengabarkan, telah berpulang kepangkuan Allah disurga, ananda #Nando pukul 21.25 WIB
, kabar yang sebetulnya tidak mengejutkan melihat kondisi Nando yang sudah sangat lemah namun tetap saja mengejutkan :(

Nando ini adalah anak yang saya ceritakan di postingan saya sebelumnya. Anak yang harus berjuang melawan sakitnya selama kurang lebihnya 4 tahun, yaitu Gagal Ginjal, infeksi usus dan harus bolak balik cuci darah.
Saya memang nggak mengenal betul anak ini, bahkan awalnya saya nggak ngerti kasusnya secara detail. Saya tau detail tentang Nando setelah bertemu langsung dengan Mommy Silly dan membaca berita tentang Nando.

Dua kali menjenguk Nando, membuat saya merasa kenal dekat dengan dia dan keluarganya. Dan melihat keadaannya saat itu, Nando memang sudah koma dan lemah sekali. Waktu pertama kali nengokin Nando, saya diajakin sama mommy silly dan waktu itu barengan juga sama Rian D'Massive. Pas Rian nyanyiin lagu di telinga Nando, waktu itu Nando sampai meneteskan air mata. Saya pun sambil merekam video, tak kuasa meneteskan air mata.
Pas nengokin yang kedua, tetep barengan sama mommy silly dan juga bareng sama kakak @adetantri. Keadaannya masih sama seperti waktu saya nengokin yang pertama kali, tapi matanya membaik dar sebelumnya.

Dan sejak saya 'kenal' dengan anak itu, namanya selalu saua ucapkan dalam doa saya. Saya meminta Tuhan mengangkat sakitnya. Akhirnya doa saya dan banyak orang yang juga mendoakannya dijabah oleh Tuhan.
Malam ini, tepatnya pukul 21.25 WIB Nando telah berpulang ke Rumah Tuhan, segala rasa sakitnya telah diangkat oleh Tuhan, dan saat ini Nando sedang berjalan menuju Rumah Tuhan.

Selamat Jalan Nak, selamat bertemu dengan Tuhan di Surga, doa kami mengiringi kepergianmu untuk menemui Tuhan.

'Kepada mereka yang telah pulang: semoga jalanmu lapang dan jiwamu tenang. Ingatan tentangmu takkan pernah hilang' *Jenny Jusuf



p.s : foto saya ambil dari akun @justsilly


Wednesday, September 5, 2012

I Love my Job, I Love my Lord





Sebenernya saya sudah beberapa kali menulis tentang pekerjaan saya ya, pekerjaan yang selalu gonta ganti. Mungkin untuk sebagian orang saya ini yang disebut kutu loncat. Tapi biarlah orang berkata apa, toh yang menjalani saya, baik suka dan sebelnya.
Gonta ganti pekerjaan bukan berarti saya gak loyal terhadap perusahaan, ketika saya bekerja untuk satu perusahan saya loyal ke perusahaan tempat saya bekerja.
Lah pasti anda bertanya - tanya deh (GR banget saya, padahal gak ada yang nanya), kalo 'love my job' kok pake acara pindah kerja segala??
Lah ya suka - suka saya dong, masalah? hwahahaha ini jawaban ngeselin banget yak? Okey bukan itu jawabannya.

Jadi memang alasannya macem-macem kenapa saya move dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya.
Pertama waktu tahun 2009 pekerjaan pertama setelah saya di Wisuda, yaitu jadi Public Relation di sebuah Cafe and Resto di Jakarta Pusat, gajinya ya .. alhamdulillah abis buat bayar parkir mobil, bensin mobil wahaha! Disitu saya cuma 3 bulan, saya memutuskan resign waktu ibu saya koma dan akhirnya meninggal, saya pulang ke purwokerto karena saya gak mau bapak kesepian setelah ditinggal ibu, kemudian di purwokerto saya kembali ke dunia broadcast, jajdi penyiar sekaligus off air director selama beberapa bulan, dan meski pekerjaan itu sangan menyenangkan toh kenyataannya saya butuh uang untuk hidup, akhirnya awal 2010 saya kembali mencari pekerjaan dan dapet lagi di Jakarta di sebuah clinic hypnotheraphy. Saya bekerja sebagai Personal Assistant dan boss saya waktu itu ganteng, wangi dan baik banget loh ... sayang sudah punya istri (iki opo malah membahas si boss).
Dan mungkin karena rejeki saya bukan ditempat itu, maka saya bekerja disitu cuma 3 bulan, karena si owner yang rese memberhentikan saya secara sepihak tanpa alasan yang jelas dan tanpa ada SP, dan saya merasa saya menjalankan tugas dan kewajiban saya dengan benar waktu itu. Dengan hati yang lumayan hancur waktu itu, saya memutuskan kembali ke Purwokerto.

Dan lagi-lagi Pertolongan Tuhan itu selalu tepat waktu, Tuhan tidak pernah sekalipun membiarkan umatNya dalam 'kesusahan'. Tidak lama setelah itu, Puji Tuhan saya diterima di Perusahan Telekomunikasi dan posisi yang memang saya kepingin dari dulu. Tuhan baik banget ya?
Saya di divisi Marketing Communication tapi di bagian Community, awalnya siy sering nangis darah karena koordinator saya kejam :(
Tapi saya menunjukkan kemampuan saya, dan lama-lama beliau sayang sama saya. Dan saya pun menikmati pekerjaan saya.
Sampai akhirnya Perusahaan saya mengurangi banyak karyawannya, banyak yang kena pensiun dini, dana pergeseran fungsi, saya pun akhirnya digeser juga.
Brengseknya adalah, saya dipindah di bagian CS. Saya gak pernah ngebayangin bekerja dengan seragam, make up tebal dan high heel warna hitam pulalk, WTF! Tapi karena saya orangya gak gampang menyerah, akhirnya saya terima saja keputusan Pak Kacab waktu itu.
Saya jalani menjadi seorang CS, dan takjubnya saya cukup berprestasi (pamer ini pamer).
tapi lama-lama kok hati saya berkata 'this fuckin job is not for you'
So, saya resign! setelah resign saya nganggur kira-kira 1 bulan, ya gak nganggur-nganggur banget siy karena penghasilan selama 'nganggur' 2 x lipat dari penghasilan waktu kerja kantoran. Saya ngerjain apa aja waktu itu, dari ngemci di Pwt sampe Kalimantan, asisten fotografer sampe ke Singapore, sampe nrima pesenan kue. Saya kerjain semua tanpa gengsi, yang penting halal.

Sekali lagi Tuhan Yang Maha Rockstar itu tidak membiarkan saya berlama-lama jualan risoles hehe, pas saya pulang ngemci dari Kalimantan eh tau-tau ada panggilan buat wawancara di JKt, sepertinya memang tidak ada hal yang kebetulan terjadi ya? Semua itu karena campur tangan TUhan. Setelah 2 kali proses wawancara saya akhirnya harus kembali ke Jakarta dan bekerja di sebuah Event Organizer. Saya nikmati pekerjaan itu meskipun nominal gaji yang tidak seberapa dibandingakan jam kerja yang luar binasa :D, tapi saya bersyukur dan saya anggep aja proses belajar, karena suatu saat nanti saya kepingin punya usaha sendiri yang mirip-mirip bidang itu, yaitu wedding organizer atau kalo gak ya punya cafe and resto gitu ... amien.

Pun akhirnya saya gak lama di EO itu, karena saya ditawari pekerjaan dengan gaji lebih tinggi dan pekerjaan yang lebih ringan.
Dan inilah pekerjaan yang membuat beberapa orang ngiri sama saya.
Sebenernya saya bingung kalo ditanya 'kerja dimana sekarang?' , 'kerja apa sekarang?'
Okey saya cuma bilang, pekerjaan saya menikmati hidup dan dibayar!
Ketika orang harus bermacet-macet ke kantor, saya gak perlu. Saya bisa bangun siang jam berapapun saya mau, saya bisa libur kapan saja, saya dapet fasilitas tempat tinggal yang nyaman di daerah yang cukup elite di kawasan Jaksel plus akses internet 24 jam yang kecepatannnya wasss wusss, plus liburan gratis dan masih banyak plus - plus lainnya.
Bagaimana saya mendapatkan pekerjaan ini pun ceritanya unik, tapi saya yakin Tuhanlah yang merencanakan ini semua.
Jadi semua dari siapa? ya pasti dari Tuhan, saya gak bisa berhenti nih kalo sudah menceritakan banyak sekali Kebaikan Tuhan yang sudah diberikan ke hambanya yang cengeng ini. Pokoknya Tuhan pasti kasih apa yang kita butuhkan kok, kita hanya perlu 'percaya dan yakin' aja.

I love my job! and I love You my Lord ...

Tuesday, September 4, 2012

Bersyukur berarti Berkelimpahan




setelah beberapa hari kemarin, hari-hari saya penuh dengan air mata. Akhirnya saya kembali tersenyum seperti hari-hari sebelum air mata itu berjatuhan. Jadi apa yang bikin saya nangis bombay kemarin itu yah? Karena kecewa dan nggak bisa menerima kenyataan? ya mungkin karena itu.
Sometimes life doesn't run like we have expected! right? Dan kita sebagai manusia kadang suka nggak terima banget tuh kalo ada sedikit aja hal yang meleset dari apa yang sudah harapkan. Ini tanda-tanda manusia yang kurang bersyukur kayaknya ya? waaa means saya masih kurang bersyukur dong ya sama apa yang Tuhan sudah kasih ke saya.
Beruntung, Tuhan lagi-lagi memang punya cara yang ajaib untuk mengembalikan kita ke jalurNya.

Saya dipertemukan sama makhluk TUhan yang indah yang ajaib bernama Silly, orang yang sebenarnya sudah saya kenal bertahun-tahun lalu di cyber world dan saya nge fans banget sam dia dan tulisan-tulisannya sangat inspiratif, but in real i just met her couple weeks ago. Lagi-lagi saya percaya pertemuan itupun sudah Tuhan atur.
Setelah pertemuan pertama, kemudian kita kencan untuk pertemuan-pertemuan berikutnya. Rumah Sakit adalah bukan tempat kencan biasa. Ngapain disana? Mendoakan orang sakit. Mensupport keluarganya. Dalam hati saya 'gilak nih orang baiknya luar biasa, orang apa malaikat sih?'

Disana, mata dan mata hati saya semakin terbuka lebar. Bahwasanya saya terlalu cengeng untuk menangisi hidup saya. Sementara disana banyak orang yang jauh lebih sakit, lebih banyak berjuang untuk hidupnya.
Ketika saya menengok Nando, laki-laki kecil yang sudah hampir 3 bulan terbaring koma namun dia tetap berjuang untuk tetap hidup. Nando, awalnya mengalami ginjal bocor dan akhirnya menjadi seperti sekarang :(, tentang nando u can read here, sekaligus itu adalah webiste dari wanita idola saya, silly.
Kemudian saya juga bertemu dengan gadis kecil yang cantik, Namanya Saffa umurnya 5 tahun 8 bulan. Saffa itu sudah 1 tahun 10 bulan di rawat di Rumah Sakit. Sakitnya gangguan pernafasan, saya lupa nama penyakitnya apa, tapi sakit itu menyerang otot pernafasannya, jadi Saffa ini tidak bisa bernafas layaknya kita orang normal. Selama 1 tahun 10 bulan, Saffa memakai lat bantu pernafasan untuk menyambung hidupnya. Dan tanpa alat itu dia bisa bernafas seperti kita hanya maksimal 5 jam dalam sehari. can u imagine guys?
Nah saya kadang-kadang cuma migren aja ngeluh, pilek ngeluh padahal paling cuma beberapa hari.

Nah, kemudian saya merasa sangat kecil di hadapan Tuhan, Jika Tuhan berkehendak, maka apapun bisa terjadi. Begitu bukan?
Tangis saya di Rumah sakit waktu itu perpaduan dari banyak rasa, sedih, haru, dll. Dan kemudian saya bersyukur atas nikmat sehat yang TUhan berikan kepada saya. Saya bisa bernafas tanpa bayar alias gratis, saya masih bisa minum tanpa harus bersusah payah mendapatkan air, saya bisa tidur dengan nyenyak ditempat yang nyaman, saya masih bisa makan semua yang saya ingin makan tanpa taku menjadi gendut atau alergi, semua itu apa ya kurang nikmat? haduh Gusti yang Maha Rockstar, mohon ampunan untuk segala sifat egois saya yang telah kurang mensyukuri Nikmat yang Engkau berikan.

Kemudian, Silly pun banyak bercerita tentang pengalaman hidupnya. Hidup yang penuh perjuangan, dan tidak sedikit duka didalamnya, tapi dia selalu mengandalkan Tuhan. Dan dengan campur tangan Tuhan, hidupnya menjadi indah.

Setelah semua itu, saya tersenyum mengingat saya yang manangis berhari-hari lalu. Masalah cinta? Cinta yang tak sampai! Bukankah cinta seharusnya membuat kita tersenyum bahagia? dan cinta seharusnya membuat kita menjadi pribadi yang kuat.
Maka atas nama cinta, saya tersenyum untuknya pria di ujung sana, sekalipun tak mampu memilikimu. Namun percayalah cinta itu akan tetap tinggal dalam kenangan kita. Dan jika TUhan mengijinkan kita bersama, maka kita akan bersama :) karena Tuhan selalu menepati JanjiNya.

Ah saya jadi malu, menulis semua ini :D ... yasudahlah demikian tulisan saya. Mari kita menjadi pribadi yang lebih banyak bersyukur. Menjadi pribadi yang lebih berpasrah di hadapan TUhan. Agar langkah kita terasa lebih ringan :)