Pages

Monday, September 17, 2012

Sudahkah kita benar-benar BERSYUKUR ?


Tulisan seorang sahabat tentang 'bersyukur' menyentil saya. 'Banyak orang yang mengaku SUDAH BERSYUKUR. Tapi hanya sedikit yang BENAR-BENAR BERSYUKUR..' itu tulisan Julian di FB nya.
Nah kemudian saya bertanya sama diri saya sendiri, apakah saya sudah benar-benar bersyukur? Kalau sudah benar-benar bersyukur seharusnya gak gampang merasa kecewa, gak gampang merasa sakit hati, gak gampang menangisi keadaan. Oooh berarti saya masih BELUM BENAR-BENAR BERSYUKUR sepertinya.

Lalu apa gunanya setiap malam saya mengucap syukur kepada sang Pencipta atas semua Anugerahnya jika hanya diucapkan saja?
Sementara terkadang saya sering mengutuki diri saya sendiri, merutuki nasib saya, padahal di luar sana begitu banyak orang yang hidupnya mungkin lebih 'complicated' than me.
Bersyukur & Iklhlas adalah kata yang mudah diucapkan namun sulit diamalkan jika kita tidak benar-benar berserah kepadaNya.
Bahkan beberapa hari belakangan, saya sampai bolak - balik bertanya pada diri sendiri mengenai doa yang sering saya panjatkan yaitu 'TUhan aku serahkan hidupku kedalam TanganMu dan Jadilah KehendakMu' bunyinya seperti saya ikhlas menyerahkan semuanya ke dalam tangan Tuhan, Toh nyatanya saya mengingkari ucapan dan doa saya, karena ketika ada hal sedikit saja yang tidak sesuai dengan keinginan saya, saya merasa kecewa. Padahal mungkin ya itulah 'Kehendak Tuhan'.

Jadi, apakah Tuhan suka bikin umatNya merasa kecewa? oh tentu tidak, itu karena kita yang tidak mau legowo dan ikhlas menerima Kehendaknya.
Sepertinya tadi malam, saya sedang tidak mood untuk melakukan apapun, pun jadi gak mood ngobrol dengan Tuhan, meski Tuhan selalu 'ada' buat kita. Lalu saya hanya berucap 'God, i don't want to talk with You tonight, i hate myself, i just wanna sleep! ' see? manusia itu memang makhuk paling egosentris! contohnya ya saya ini!

Dan ketika terbangun tadi pagi, saya duduk bersila, 'Tuhan begitu baiknya Engkau, semalam saya berkata begitupun.. Engkau masih memberi kesempatan saya untuk bernafas pagi ini, terima kasih Tuhan saya masih bisa mendengarkan suara burung di atas pohon di dekat kamar saya, terima kasih saya masih bisa merasakan sakit di kepala saya, terima kasih saya masih bisa merasakan nyeri di perut saya, terima kasih atas kamar yang nyaman ini sehingga semalam saya bisa tidur dengan nyenyak, dampingilah dan berkatilah setiap langkah, ucapan dan perbuatan sepanjang hari ini ya Tuhan' setelah semua itu saya benar-benar hening beberapa saat kemudian beranjak dari tempat tidur saya dan memulai aktivitas pagi seperti hari-hari sebelumnya.
Namun belum ada 1 jam, mood saya tiba-tiba terjun bebas lagi. Lalu saya memutuskan kembali tidur, dan membatalkan seluruh niat saya hari ini. Saya akhirnya tidur, tidak benar-benar tidur sebenarnya. Hanya tidur-tiduran.

Sampai akhirnya saya memutuskan bangun dari tidur setelah berjam- jam i did nothing on my bed. Mau sampai kapan saya begini? mau sampai kapan saya bermusuhan dengan diri sendiri? Come oooon Irene .. be wise! Tiba - tiba ada yang menyuarakan seperti itu. Saya duduk, masih merengut, sambil banyak sekali 'mengapa' di kepala saya! mengapa begini? mengapa begitu? mengapa harus ini? mengapa bukan itu ... terus saja begitu.

Lalu ... saya menarik nafas panjang kemudian mencoba tersenyum, i smile for none .. i just smile for myself. Saya memutuskan mandi (lagi) kemudian makan, mebuka list musik bandari saya dan saya memasuki kondisi 'harmoni state' dan lagi-lagi saya menangis saat saya meminta ampunan dari Tuhan, karena telah banyak mengingkari NikmatNya. dan kemudian saya mencoba memaafkan diri saya sendiri, dan semoga semua orang yang pernah terluka karena saya pun memafkan saya.
Saya memutuskan 'berdamai'dengan diri saya sendiri, my minds, my heart, my soul ... yuks kita bersahabat :)

Namun tidak serta merta saya menjadi benar-benar tanpa beban, namun setidaknya berkurang dan terasa lebih ringan. Saya menerima diri saya, saya menerima semua yang ada pada diri saya, saya mencintai keadaan saya, Saya bersyukur karena Tuhan telah menciptakan saya seperti apa adanya saya ini. Saya ingin belajar untuk Benar-benar bersyukur ... mulai sekarang, esok dan seterusnya :)
Guide me please my Lord :)

No comments:

Post a Comment

Monggo kalau mau komentar