Pages

Thursday, November 29, 2012

Let's create happiness by sharing happiness!

Sebagai Orang yang kurang kerjaan, saya sibuk mencari aktivitas positif agar energy saya tersalurkan dengan baik. Saya mencoba sibuk berkegiatan. Saya gabung dengan beberapa organisasi kecil yang mempunyai misi 'besar' yaitu menolong sesama.















Tuesday, November 13, 2012

Melaka the World Heritage


'Bagi seorang lajang, hobi bepergian seakan menjadi simbol kebebasan, urusan jodoh tidak perlu dikhawatirkan! Mari berkelana ... ' *media-indo*

Ada benarnya quotes tersebut, dan saya orang yang sangat hobi bepergian. Semenjak lulus SMA saya sudah hobi 'ngelayab' dulu sih paling jalan-jalan ke Jogja tapi saya sudah sangat menikmati hobi jalan-jalan tersebut. Sampai akhirnya hobi itu kian menjadi :)

Kali ini saya ingin sedikit berbagi tentang eksotisme negeri sebelah yang sama kita gak pernah akur hahaha, tapi entah kenapa saya sangat menikmati suasana di tempat itu, Melaka.

Negeri Melaka atau juga dikenal sebagai Melaka Bandaraya Bersejarah, 1989, merupakan salah satu negeri (provinsi) di Malaysia. Pada tahun 2008 Melaka dan George Town, dinobatkan oleh UNESCO sebagai Kota Warisan Dunia (World Heritage). Negeri Melaka dinyatakan sebagai 'Melaka Maju' pada 20.10.2010 pada jam 20:10 di Stadion Hang Jebat yang disempurnakan oleh Perdana Menteri Malaysia langsung dari Putra World Trade Centre (PWTC), Kuala Lumpur. Melaka juga dinyatakan sebagai Negeri Bandar (Kota) Teknologi Hijau (Wikipedia)

Pertama kali saya menginjakkan kaki di Melaka adalah akhir Juni 2012, sebenernya sudah pingin nulis dari kemarin-kemarin, tapi kok ya males aja bawaannya :D
Pertama kali kesana saya langsung jatuh cinta sama suasana Old Town di Malaka, banyak Bar dan coffe shop yang suasananya asik, dan pengunjung-pengunjung bar pun sangat friendly, tapi awas ya tetep waspada sama stranger. Bangunan - bangunan tua pun nampak eksotis karena Pemerintah Malaysia dan kesultanan Melaka memberikan perhatian untuk perawatan bangunan-bangunan tua.
Beberapa tempat makan disana juga makanannya enak, harganya pun lebih murah daripada di Jakarta (kalo gak salah convert sih).
Untuk penginapan juga banyak banget pilihan, tinggal menyesuaikan budget anda saja, dan akhirnya semua itu menjadi paket wisata yang mampu menarik banyak wisatawan dari berbagia penjuru dunia.

Yuks kita lihat beberapa dokumentasi saya di Melaka:


Pemandangan di tepi Sungai Malaka di malam hari, banyak bar di tepian sungai yang bersih itu.



Itu mantan pacar saya *eh, itu salah satu sudut di Jonker Street pedagang rempah-rempah ... fyi pemirsa daun2an kering itu kalo diseduh rasanya enak banget :), banyak sekali pedagang, kalo mau cari oleh-oleh bisa cari juga di Jonker Street.


Kalau yang ini pemandangan Jonker Street di Siang hari


It's Baboon house ... my fave coffee shop in Melaka, recommended banget deh suasana unik, kopinya enak, harganya murah :)


Saya berpose di depan Gereja St. Paul, di bekas gereja yang berada di puncak bukit itu tkita bisa lihat pemandangan kota malacca, didalam gereja sebagian atapnya dah ga ada ini kita melihat batu2 nisan besar yang disandarkan di dinding2 gereja.


Nah yang ini biarkan saya bernarsis ria ya ... :)

So, kalau ada rencana berkunjung ke Negeri Jiran ... Melaka salah satu tempat yang menurut saya wajib dikunjungi.

Monday, November 12, 2012

Enchanting Bali



Menjalani profesi yang 'tidak jelas' ada susah dan banyak senangnya. Karena saya bingung banget kalau ditanya banyak orang tentang pekerjaan saya. 'kerjaan kamu apa tho Irene?' apa dong kerjaan saya? saya bukan orang kantoran, ndak punya kantor, ndak punya jabatan, tapi saya berpenghasilan.

Minggu lalu, saya berhasil dapat penghasilan dari 'jalan-jalan'. Selama 7 hari saya 'jalan-jalan' di Bali mengantar beberapa wisatawan Australia yang memang berniat menikmati Bali untuk berlibur.
Hari pertama saya bertemu mereka, saya dibuat stress karena accent mereka yang errrrrr... , hari kedua saya masih tetap pusing dengan accent mereka hahaha ... lha kapan gak pusingnya dong?

Membawa rombongan untuk Tour di Bali memang bukan kali pertama ini, sebelumnya saya sudah beberapa kali membawa rombongan ke Bali, tapi membawa tourist asing ini pertama kalinya.
Apa bedanya? banyak. dari mulai destinasi, tempat stay, tempat makan semuanya beda antara rombongan domestik dan rombongan bule-bule.
Rombongan saya kemarin memilih tempat stay yang jauh dari keramaian, maklum lah mereka rata-rata sudah berumur, sudah ndak kepengin lagi yang rame macam Kuta atau Legian. Tempat-tempat yang dikunjungi juga tempat-tempat yang tenang dan eksotis dan tidak terlalu banyak tourist.

Apakah saya menikmati pekerjaan saya sebagai 'tukang jalan-jalan' ? yess i do love my job!

Beberapa tempat eksotis yang kemarin saya kunjungi:


It's White Sands Beach, terletak di Candidasa. Pantainya bersih, gak banyak wisatawan, pasirnya putih dan airnya jernih, pengunjung bisa snorkeling di pantai itu, dan juga banyak resto yang menyewakan payung dengan harga Rp 15.000 /payung, harga makanan dan minumannya juga reasonable :)



salah satu daya tarik Jimbaran adalah 'Sunset' nya, banyak orang yang rela membayar mahal untuk menyaksikan Sunset, meski makanan di Resto2 di Jimbaran tidak terlalu enak, tapi wisatawan ke Jimbaran memang bukan untuk menikmati makanannya tapi untuk menikmati sunsetnya :)


Barong Dance ini merupakan salah satu hal yang wajib disaksikan oleh wisatawan asing, saya sudah beberapa kali nonton Tarian Barong ini dibeberapa tempat di Batubulan, tapi tetap saja berdecak kagum ketika menyaksikan pertunjukan itu.



Tirta Gangga is a village and palace in eastern Bali, Indonesia, about 5 kilometres from Karangasem. This place is wonderful ... visit and enjoy the view :)

Dan masih banyak tempat-tempat menarik lainnya di Bali, 7 days isn't enough to explore Bali because everyday is 'SUN - DAY ' in Bali.