Pages

Monday, January 7, 2013

Sukuh, Candi nan Eksotis di Lereng Lawu


Bicara soal jalan-jalan, saya golongan orang yang sangat hobi jalan, kemanapun! Akhir tahun kemarin, barengan sama keluarga, saya jalan- jalan ke Solo dan akhirnya jalan-jalan berlanjut sampai Karanganyar. Kami mengunjungi Candi Sukuh, Candi peninggalan Hindu pada masa pemerintahan Majapahit. Candi yang belum banyak diketahui orang ini terletak di Desa Sukuh Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar.Yang menarik dari Candi ini adalah bangunannya mirip dengan Piramid Suku Maya dan ornamen-ornamennya sangat erotis.






Kompleks candi Sukuh tidak begitu luas. Menempati sebidang tanah berundak, gapura utama Sukuh tidak berada tepat ditengah melainkan di sebelah kanan depan. Sisi kanan dan kiri dihiasi dengan beberapa relief. Relief-relief di Candi Sukuh sangat menarik perhatian saya untuk melihat lebih detail, saya ,mengambil gambar hampir setiap relief dan arca-arca yang ada di kompleks Candi Sukuh.
Tapi yang mengherankan, saya justru melewatkan 1 arca yang menjadi daya tarik di kompleks Candi Sukuh tersebut, sebuah Arca yang kepalanya sudah hilang entah dimana, arca tersebut tanpa busana dan mempelihatkan jelas bahwa arca tersebut adalah pengambaran sosok laki-laki dewasa.

Justru yang mengambil gambar arca itu adalah keponakan saya. Ini dia arca sexy















Udara disana sudah pasti sejuk karena Candi Sukuh ini terletak di lereng Gunung Lawu. Suasananya bikin ayem, soalnya saya memang paling suka ke tempat - tempat dataran tinggi karena selain udaranya sejuk suasananya yang tenang bisa melepas kegalauan eh kepenatan maksudnya.

Selain arca tanpa busana dan tanpa kepala, hal lain yang menarik adalah bentuk bangunannya yang seperti trapesium, tidak seperti candi-candi lain yang bentuknya menyimbolkan Gunung.
Arsitektur Candi Sukuh ini menyerupai Piramida suku bangsa Maya. Karena hal tersebut, berbagai teori dan dugaan bermunculan, salah satunya menyebutkan bahwa candi tersebut di bangun Pada masa ketika Kejayaan Hindu mulai memudar. Maka pembangunan Candi Sukuh ini dibuat dengan konsep kembali ke budaya Megalitikum pra Sejarah.
Sementara teori lain menyebutkan, bentuk Candi tersebut merupakan bagian dari cerita pencarian tirta amerta (air kehidupan) yang terdapat dalam kitab Adiparwa, yaitu Kitab pertama Mahabharata.

Sebuah Piramida yang puncaknya terpotong melambangkan Gunung Mandaragiri yang puncaknya dipotong dan dipergunakan untuk mengaduk-aduk lautan mencari tirta amerta yang bisa memberikan kehidupan abadi bagi siapapun yang meminumnya.


Nah penasaran dengan misteri yang tersimpan di Candi Sukuh? silakan
kunjungi peninggalan budaya nenek moyang kita, dan kalau masih punya
cukup banyak waktu dan tenaga bakal lebih asik kalau perjalanan
dilanjutkan ke Candi Cetho yang berada masih di sekitar lereng Gunung Lawu.

Sambil jalan-jalan sambil mempelajari peninggalan nenek moyang yang merupakan warisan budaya bangsa.



No comments:

Post a Comment

Monggo kalau mau komentar