Pages

Monday, April 27, 2015

Tips Langsing dan Sehat ala Seus Irene


Saya sering sekali dapat komentar seperti ini 'ngapain diet kan udah langsing' atau ketika saya selesai zumba, 'zumba apaan sih?' pas saya jawab ya salah satu jenis olah raga lah trus masih ditanya lagi 'biar apa?' menurut kamu olah raga biar apa? dari SD sudah ada pelajaran Olah Raga kan ya? nah diinget-inget lagi deh apa manfaat Olah Raga. Nah trus masih ada juga nih yang suka komen 'halagh hidup mati kan sudah ada yang mengatur' exactly hidup dan mati memang di tangan Tuhan, tapi kesehatan adalah mutlak tanggung jawab kita.
Setidaknya kita berusaha mencintai apa yang telah Tuhan berikan dengan menjaganya, nah kesehatan salah satunya. Jangan kita hidup ngawur lalu pas tiba-tiba kita sakit serta merta kita bilang 'ini ujian dari Tuhan' lha kok enak Tuhan mbok salah-salahke :|
Eh maap ini kok jadi kebawa emosi gini ya *kipaskipas*

Oke saya lanjutkan ya, jadi gini saya ini diet juga bukan tujuannya biar langsing melengking kayak mbak-mbak model yang berlenggak-lenggok di Catwalk, Diet saya itu ya cuman mengatur pola makan, dan gak sepenuhnya saya sehat-sehat banget tapi ya balik lagi itu setidaknya saya berusaha menjaga. Pun dengan Olah Raga, bukan biar serta merta jadi cantik dan sexy kayak mbak Angelina Jolie enggaaaak, tapi beneran deh badan tuh lebih seger kalau kita rajin Olah Raga.
Body sexy itu ya bonus dari rajin Olah Raga. Saya sendiri belum sexy makanya belum berhenti Squat tiap hari :')))

Nah saya mau sedikit berbagi nih kebiasaan saya menjaga kesehatan, apalagi tinggal di negeri orang, motivasi saya untuk tetap sehat adalah 'BIAYA DOKTER DAN OBAT2AN MAHAL'
Well setiap pagi saya mengawali hari dengan rasa syukur, senyum sama diri sendiri, bersyukur masih bisa bernafas, masih diberi kesempatan hidup, lalu saya minum segelas air putih lagi-lagi sambil bersyukur masih bisa minum artinya masih hidup, setelah segelas air putih saya kemudian membuat racikan minuman kunyit, lemon dan madu.
Seperti kita ketahui, kunyit mempunyai banyak manfaat: sebagai anti inflamasi atau peradangan, meningkatkan anti oksidan, meningkatkan fungsi hati dan masih banyak manfaat lainnya. Sementara Lemon dan madu juga punya segudang manfaat yaitu membantu sistem pencernaan, mendetoksifikasi hati, menjaga keseimbangan pH Tubuh, membantu penurunan berat badan
dan masih banyak manfaat lainnya.
Setelah itu saya sarapan, kadang buah (pepaya atau melon) kadang cereal atau oat dengan almond milk.



Makan siang saya variatif sih, kadang masak sendiri kadang makan diluar, kadang sehat kadang ngawur hehe, tapi saya ini jenis manusia Jawa yang nggak harus makan nasi kok, jadi ketemu nasi paling seminggu 2x. Kalau ditanya 'emang nggak laper?' saya balik tanya 'emang yang bikin kenyang cuma nasi?' nasi pun saya pilih brown rice karena lebih tinggi serat dan rendah gula. Sementara kalau roti, saya pilih roti gandum, bukan white bread, kenapa? alasannya sama dengan kenapa saya pilih brown rice.

Trus sama sekali gak pernah makan gak sehat dong?
Ah saya mah manusia biasa, yang tak luput dari dosa dan nikmatnya makan-makanan nggak sehat kok. Kadang pun masih makanInd*mie, hih siapa yang nggak tahan sama makanan satu itu kan? Kadang masih makan goreng2 kalau kepingin banget. Sebulan 1 - 2 x lah makan makanan yang digoreng. 

Terus postingan ini intinya apa sih? nggak jelas banget deh maunya yang nulis hehehe ... intinya yo jangan makan sembarangan, jaga kesehatan, rajin olah raga dan syukuri nikmat sehat dengan menjaga kesehatan. #ITU 

Stay healthy and more happy *tjipok*

Sunday, April 19, 2015

Serunya Hunting di Pasar Loak Dubai

Tergelitik dan penasaran karena postingan ini, akhirnya saya langsung browsing lebih lanjut mengenai Dubai Flea Market. Dan setelah nemu webnya, saya langsung liat schedule.
Nah kebetulan Jumat kemarin Dubai Flea Market diadakan di Jumeira Lakes Tower Park, tidak terlalu jauh dari tempat tinggal saya. Ini pertama kalinya saya mengunjungi Pasar Loak, bahkan di Jakarta saja saya nggak pernah kelayapan ke Pasar Loak, di Jakarta terlalu dimanja dengan banyaknya Online Shop dengan harga yang sangat terjangkau. 

Sebenarnya saya nggak terlalu berminat untuk membeli barang-barang, saya hanya penasaran seperti apa suasanya, barang-barang apa saja yang dijual dan mulai harga berapa mereka menjual barang-barag tersebut. 
Setelah mencari-cari dimana letak Jumeira Lake Tower Park, akhirnya ketemu juga tempatya. 
Nggak sabar saya langsung berbaur dengan para penjual dan pengunjung lainnya di Flea Market. Banyak barang second yang ditawarkan, ada juga beberapa yang masih baru. Ada pakaian anak, pakaian dewasa, sepatu, mainan anak, tas, novel sampai ke peralatan rumah tangga pun ada. Mereka mejual barang-barang tersebut mulai harga 5 DHS.
Seruuuu, saya langsung melihat ini itu dan lain-lain, pandangan saya langsung ke arah sepatu, sayang meski  sepatu yang ditawarkan masih bagus dan brand nya pun lumayan tapi ukurannya terlalu besar buat ukuran kaki perempuan asia nan mungil macam saya ini. 

Suasana Dubai Flea Market di JLT Park
Setelah lumayan berputar-putar, akhirnya saya melirik ke satu novel yang dulu saya pernah baca tapi belum selesai. Novel karangan EL James, Fifty Shades Darker akhirnya memikat perhatian saya. Saya langsung tanya ke mas-mas bule yang jual novel itu berapa harga novel tersebut, dalam hati saya sudah siap untuk tawar menawar nih, meskipun sebetulnya saya paling nggak bisa nawar, kecuali nawar gaji :D
Nah si mas ganteng itu langsung kasih saya harga 5 DHS, gilak ini mah murah banget dan nggak pake tawar menawar saya langsung bayar novel itu. Coba kalau harus beli baru harga di Gram*dia mah bisa sampai 200 ribu Rupiah kan? ini saya beli cuma seharga Rp 17.500 saja.
Bahagia? tentu saja! 

Dan novel itu satu-satu nya barang yang saya beli di Flea Market, karena nggak ada barang lain yang mampu memikat saya *halakh* 
Nggak sabar buat datang lagi di Dubai Flea Market berikutnya :)
Wajah sumringah dapet novel seharga 5 DHS





Thursday, April 16, 2015

Cerita tentang Vaksin HPV

Dua hari lalu saya akhirnya mencicipi juga Rumah Sakit di Dubai, bukan karena sakit kok, Alhamdulillah Puji Tuhan saya masih diberi nikmat sehat oleh Yang Maha Kuasa. 
Lha terus ngapain ke Rumah Sakit? kebetulan 2 hari lalu jadwal saya untuk Vaksin Serviks / Vaksin HPV (human Papilloma Virus) yang ke 3. Saya ini termasuk orang yang aware sama masalah kesehatan, melihat beberapa kasus orang terdekat yang kena sakit ini lah itu lah, rasanya sehat itu memang mahal dan harus diperjuangkan bukan? Nah Imunisasi HPV ini merupakan tindakan preventive atau pencegahan dari kanker Serviks, menurut catatan WHO saat ini penyakit kanker serviks menempati peringkat teratas di antara berbagai jenis kanker yang menyebabkan kematian pada perempuan di dunia. Di Indonesia, setiap tahun terdeteksi lebih dari 15.000 kasus kanker serviks. Sekitar 8000 kasus di antaranya berakhir dengan kematian. Menurut WHO, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita kanker serviks yang tertinggi di dunia. Mengapa bisa begitu berbahaya? Pasalnya, kanker serviks muncul seperti musuh dalam selimut. Sulit sekali dideteksi hingga penyakit telah mencapai stadium lanjut.

Nah Imunisasi sendiri memang memasukkan cuilan virus tesebut yang sudah diolah mencjadi vaksin kedalam tubuh kita untuk menciptakan kekebalan  tubuh terhadap virus tesebut. Vaksin ini diberikan kepada perempuan yang sudah menstruasi, bahkan di luar negeri anak-anak usia 10 tahun yang sudah menstruasi langsung diberi imunisasi HPV ini.

Sebetulnya saya juga telat usia sudah 30 an baru vaksin hehe, waktu itu saya tahu dari seorang teman yang sudah seperti adik sendiri, atas anjuran dia akhirnya saya ke dokter yang juga rujukan dia untuk mendapatkan imunisasi HPV ini. Secara umum vaksin HPV ada 2 jenis. Yang pertama yaitu yang bekerja untuk dua jenis virus tipe 16 dan 18 yaitu Cervarix yang kedua adalah Gardasil yang bisa melawan 4 jenis virus HPV yakni tipe 6, 11, 16, dan 18). Type 16 dan 18 adalah virus penyebab kanker sementara tipe 6 dan 11 adalah penyebab kutil kelamin. Saya mendapatkan suntikan Cervarix.
Suntikan pertama saya dapat tanggal 9 Oktober 2014 di R.S Soeyoto Veteran Bintaro, suntikan ke dua 13 November 2014 masih di R.S yang sama oleh dr. Sim Aryanto Senjaya, keduanya disuntikkan di lengan kanan, untuk biayanya sendiri sekali suntik sekitar Rp 800.000,- 

Nah giliran yang ke 3 ini, karena kebetulan saya sedang berada di luar negeri mau gak mau saya mencari rekomendasi dimana saya bisa mendapatkan vaksin HPV ini. Setelah bertanya kesana kemari akhirnya saya mendapatkan nomor telepon dr. May Abdul Jabar, saya langsung telepon dan akhirnya bikin janji untuk vaksin di R.S Al Zahra. 
Selasa, 13 April saya langsung ke R.S Al Zahra, setelah registrasi saya disuruh menunggu agak lama untuk bisa bertemu dengan dr. May ini, nah akhirnya giliran saya nih. Saya menuju ruang dr. May, saya pikir saya akan langsung dapat vaksin disana, ternyata oh ternyata hanya konsultasi saja, ditanya macem-macem lah sehubungan dengan riwayat kesehatan saya tentunya. Selesai konsultasi saya diberi resep, saya musti ke apotek sendiri buat beli vaksinnya. 
Sebelum ke apotek saya ke kasir dulu, ternyata konsultasi begitu saja bayar ya, dan mahal pulak, biaya konsultasinya saja sudah 425 DHS atau hampir 1,5 juta Rupiah *elap keringet*

Kemudian saya ke apotek di lantai 1, ternyata vaksinnya gak ada di Rumah Sakit itu, ergghhh mana udah bayar konsulnya kan? ya sudah akhirnya saya mencari apotel yang cukup besar disini, perjuangan gak sia-sia karena akhirnya dapet juga itu vaksin cervarix yang lagi-lagi ternyata harganya lebih mahal daripada di Jakarta, harga vaksinnya sendiri 392 DHS atau 1,4 juta Rupiah.
Saya balik lagi ke R.S dan meminta perawat disana untuk menyuntikkan vaksin itu, lagi-lagi saya harus menunggu sekitar 15 menit. Dan waktu giliran saya mau disuntik, susternya minta saya buat tiduran, trus saya bilang loh biasanya duduk kok, dan biasanya saya disuntik di lengan kanan. Tapi susternya kekeuh dan ngomong dengan bahasa Inggris versi India yang gak sepenuhnya saya ngerti. 
Dia bilang mau suntiknya di pantat aja, yasudah lah daripada saya gila kalau harus berdebat dengan si mbak suster itu ya saya manut, akhirnya proses vaksin yang ke 3 selesai sudah. Total biaya yang harus saya keluarkan sekitar hampir 3 Juta Rupiah, di Jakarta biaya sebesar itu sudah untuk 3 kali suntik :D

Semoga kita senantiasa diberi nikmat sehat, dan semoga kita semua senantiasa bahagia, no matter what :)

Monday, April 13, 2015

Kopdar Perdana Indoternations Dubai

Tik tok tik tok tik tok ... rasanya kok waktu Dubai lebih lambat ketimbang waktu Indonesia, dulu di Jakarta rasanya waktu berlalu cepat sekali. Apalagi waktu saya bekerja di perusahaan terakhir, rasanya baru kemarin masuk eh tau-tau sudah 1 tahun bekerja dan sudah mengerjakan banyak sekali Event.
Entahlah, mungkin karena aktivitas disana lebih padat ketimbang aktivitas disini, faktor lain juga mungkin karenasaya belum punya teman di negeri asing ini.

Karena saya takut mati kesepian akhirnya saya mencoba mencari komunitas orang Indonesia di sini, saya join di Internations.org untuk mencari teman-teman dari Indonesia. Usaha yang tidak sia-sia, akhirnya saya mendapat beberapa teman dari Indonesia. Saya add banyak orang-orang Indonesia, namun hanya beberapa saja yang merespon, ah mungkin mereka sibuk :)
Dari beberapa tersebut ada 1 orang yang langsung mengirim pesan melalui inbox namanya mas Dedi, beberapa kali berbalas pesan akhirnya kami bertukan nomor HP. Hahaha pembaca seperti dibawa ke alur FTV ya? nggak kok ini bukan cerita cinta ala FTV.
Singkat cerita akhirnya dibuatlah Group Whatsap beranggotakan 4 orang (masih 4 orang sih) yaitu Mas Dedi beliau bekerja di tour agent, Mbak Trissa beliau bekerja sebagai accountant di Bidang Real Estate, Mbak Dwi bekerja di Commercial United Packaging est, dan satu lagi saya :D

Setelah beberapa hari ngobrol-ngobrol di Group akhirnya kami memutuskan untuk Kopdar perdana Weekend lalu.
Hari yang dinantipun tiba, akhirnya kami kopdar untuk pertama kalinya di Dubai World Trade Center, kebetulan hari itu ada Pameran Seni. Ah senang sekali rasanya akhirnya  bisa bertemu teman-teman setanah air, senang sekali bisa ngobrol dalam bahasa Indonesia.
Terima kasih untuk teknologi bernama internet, terima kasih untuk teknologi bernama Whatsap,
Terima Kasih mas Dedi yang sudah mempertemukan kita, Terima Kasih mbak Trissa dan Mbak Dwi yang sudah menyempatkan waktunya untuk hadir, Terima Kasih tentunya untuk Tuhan Yang Maha Amazing atas kesempatan indah ini. Semoga segera kita mandapat anggota-anggota baru ya :)

Berikut dokumentasi kopdar kemarin :)





#kopdarinternationindonesia #happylife

Thursday, April 9, 2015

Menikmati Senja di Burj Khalifa

Pernah denger tentang Quote "Tuhan menggenggam doa-doa kita, dan melepaskannya satu-persatu pada saat yang tepat".
Mungkin itu yang terjadi pada saya, 3 tahun lalu seharusnya saya sudah bisa melihat Dubai, rencana dll sudah matang. Tapi nyatanya gagal karena satu dan banyak hal, saya sih percaya karena memang saat itu bukan saat yang tepat buat saya.

Ternyata Tuhan akhirnya mengijinkan saya berangkat di Dubai di akhir tahun 2014, melalui proses yang sangat mudah, jauh berbeda dengan 3 tahun lalu. Semua dilancarkan, penerbangan pun mulus sampai saya mendarat di Dubai. 

7 hari sebagai wisatawan, saya mah nurut aja sama host nya disini :D.
Salah satu agendanya adalah ke Burj Khalifa, the tallest building in the world since 2010. Tinggi Bangunannya sendiri 828 meter, gilak hampir 1 KM kan.
Konon belum afdol jadi wisatawan kalau belum mengunjungi Burj Khalifa. sampai disana antrian sudah panjang bahkan untuk hari itu sudah sold Out, tapi... ternyata yang sold out adalah yang tiket Regular, masih ada untuk VIP tiketnya. Setelah mikir sebentar akhirnya kami memutuskan membeli tiket VIP dengan harga 500 DHS/tiket atau sekitar Rp 1.750.000 , sakit hati memang kalau di convert
ke Rupiah. Tapi uang segitu mah bisa dicari, kesempatan dan sebauh experience itu memang mahal bukan? dan kamipun mendapat tiket untuk naik jam 17.30, pas banget tuh pas sunset :)


Jam 17.15 kami kembali lagi dan siap menyaksikan Sunset dari Puncak gedung tertinggi di dunia. Nah disini saya baru tau, bedanya dari tiket yang Reguler dan tiket VIP. Untuk pemegang tiket VIP, ada jalur khusus dan pengawalan khusus sehingga nggak perlu mengantri, kami juga disediakan lobby khusus lengkap dengan cemilan khas Timur Tengah dan juga minuman.







Saya yang ndeso ini mulai deg-deg an saat mau masuk ke lift, bayangan saya aduh gimana ya rasanya naik ke lantai atas gitu wong di Menara BCA Jakarta, cuman sampai lantai 48 aja saya agak pusing dan budek :D
Tapi ternyata pas masuk Lift wuiiiiiih saya makin ndeso nih, Jet Lift ini hanya butuh 60 detik untuk mengantar kami menuju lantai 125 dan tanpa goncangan yang sedikitpun, 'edaaaan' kata saya dalam hati.
pemandangan dari lantai 125
masih dari lantai 125


yang punya blog numpang selfie
Setelah melihat-lihat bangunan-bangunan Keren di Dubai dari lantai 125, tamu-tamu VIP diajak untuk naik lebih tinggi lagi yaitu ke lantai 148, hanya yang VIP yang bisa naik sampai lantai 148.
Lebih kurang 1 menit kami sudah berada di lantai 148, whoaaaaaaa saya langsung berucap syukur kepada Sang Pencipta atas kesempatan ini, atas mata yang mampu melihat betapa indah ciptaanNya, atas kesehatan sehingga saya bisa sampai disini, atas semua yang telah Tuhan beri lah pokoknya :)
Nuwun Gusti :)


Nah buat teman-teman yang ingin berwisata ke Dubai, saran saya berwisatalah saat Winter karena cuaca lebih bersahabat, jangan lupa bawa jaket karena kalau malam anginnya dingin. Oh iya kalau mau Burj Khalifa baiknya pesan tiketnya online beberapa hari sebelumnya jadi gak kecewa kalau langsung on the spot dan ternyata sold out :)



Wednesday, April 8, 2015

Siapa bilang hidup di Luar Negeri itu Kepenak?!?

Ada yang masih ngeluh tinggal di Indonesia tuh gak asik, ini mahal, itu mahal ?
Kalau ada yang masih ngeluh soal itu, coba sekali-sekali stay agak lama di luar Indonesia deh, nanti baru tau deh betapa nikmatnya hidup di Indonesia. Eh gak seluruh bagian Indonesia sih, karena ada beberapa wilayah di Indonesia yang hidupnya juga gak gampang.
Sebagian orang menganggap 'Ih hidup di luar Negeri asik ya' atau 'kamu keren banget bisa stay dan kerja di luar negri'
Siapa bilang hidup di Luar Negeri itu Kepenak?
Tidak semua yang terlihat indah itu indah, Orang hidup itu memang sawang - sinawang, sawang sinawang bahasa Indonesianya apa ya?

Hehe bagaimanapun saudara-saudara, hidup di Negeri sendiri itu lebih asik, lebih mudah.
Contohnya ya pas kalian masak nih, eh tiba-tiba bumbu dapur habis, dengan gampang tinggal jalan kaki sebentar ke warung untuk beli bumbu dapur yang habis, nah sementara saya disini buat cari tepung tapioka aja sampai ke beberapa supermarket nggak nemu *lap keringet*, atau misalnya lagi nih pas Air galon habis kalau di Jakarta saya mah tinggal sms abang2 yang jual Galon.
'Bang, pesen A*ua 1 Galon dianter ke kost Arie kamar 308 ya' cring 15 menit Abangnya dateng bawa Air segalon.
Nah disini, boro-boro sms mau jalan kaki ke warung terdekat aja nggak ada warungnya, mau gak mau harus ke Supermarket terdekat ya jaraknya kayak dari Gandaria ke Pondok Indah lah.

Itu baru sebagian aja loh, contoh lain banyak banget, disini gak bisa berharap ada tukang nasi goreng, tukang cimol, tukang sate, tukang bakso lewat depan rumah, gak ada disini -______-"
Belum lagi masalah pakaian, saya ini kan hobby belanja baju dan gak hobby cuci setrika nah disini macam dibalik saja dunia saya, less shopping more washing and ironing. Kenapa? harga baju mahal men, udah gitu laundry juga mahal pisan.
Mau gak mau saya nyuci dan setrika sendiri, nyucinya sebagian pakai mesin, sebagian harus manual pakai tangan.
Padahal jamannya jadi anak kost semua saya terima beres, pun di Jakarta banyak Laundry kiloan yang murah.

Belum lagi saya ini kan suka ke salon, entah mau creambath atau sekedar cuci blow, di Jakarta saya tinggal ke Jhony Andrean
terdekat, murah :) disini saya mau kesalon sih mikir - mikir dulu deh, ada yang murah tapi ya itu di daerah Bur Dubai atau Karama yang jaraknya lumayan juga dari tempat saya, pun salonnya kecil gitu. Mendingan saya perawatan sendiri di rumah kan? jauh lebih hemat.

Nah masalah salon mah mungkin bisa diabaikan ya, tapi kalau masalah perut bagaimana? ini sih nggak bisa diabaikan.
Saya ini padahal termasuk golongan omnivora alias makan apa aja bisa, nah saya yang pemakan segala aja kadang lidah tuh suka protes dengan beberapa masakan yang rasa rempahnya terlalu tajam, atau terlalu sering diajak makan pasta dan bukan masakan asia. Ah rasanya kok kurang nikmat :D

Masalah lain bukan hanya di jenis makanan tapi juga di harga, berhubung saya tinggal di kawasan yang boleh dibilang elite semua serba mahal, di sekitar sini ya murah-murahnya sekali makan sekitar 50 DHS. Bisa sih dapat yang murah di Eat and Drink tapi ya paling makan Shawarma, harganya cuma 5DHS.

Oke itu tadi cerita seputar urusan rumah ya, kita belum ngomongin soal kalau disini nggak punya kendaraan pribadi mau gimana? Mau nggak mau kan naik kendaraan umum tho? nah soal kendaraan umum dan jalanan di Dubai nanti saya ceritakan ditulisan saya berikutnya.

Jadi masih ngeluh tinggal di Indonesia, masih ngeluh soal ini itu? ih ngeluh muluk sik ... piknik lah biar nggak ngeluh muluk, barangkali kurang piknik jadi ngeluh muluk :'))))

















Monday, April 6, 2015

Restaurant Indonesia di Dubai

Saya baru 3 minggu hidup di negara yang kanan - kiri, depan - belakang pasir semua tapi rasanya kok sudah lama sekali. Masih sering homesick, tidur nggak tenang, pup nggak lancar, dan 1 hal lagi saya udah pecicilan gini kangen sama masakan Indonesia.
Karena kangen memang harus dituntaskan, maka saya segera browsing dengan keyword 'Resto Indonesia di Dubai'  dan criiiiiiing Google langsung memunculkan beberapa informasi, satu per satu saya baca, dari mulai Zomato sampai ke banyak blog orang Indonesia yang tinggal atau pernah tinggal di Dubai. Makasih ya para blogger dan reviewer, tulisan kalian sangat membantu *kecup satu - satu*

Berdasarkan sumber informasi dari google tersebut minggu lalu saya langsung cari Lokasi Dapoer Kita yang terletak di Al Karama, setelah muter-muter dan 2x menelpon mas-nya Dapoer Kita, akhirnya ketemu juga Dapoer Kita yanng lokasinya nyempil di belakang Lulu Supermarket Al Karama. Sesampainya disitu langsung kalap waktu buka buku menu, rasanya pengen makan ini itu, tapi apa daya kapasitas perut tidak memungkinkan buat diisi banyak, jadilah saya memesan Bakso dan mpek-mpek, harga masing-masing 24 DHS (1 DHS Rp3524), porsinya kecil tapi lumayan untuk tombo kangen. Untuk minumannya saya pesan wedang Jahe, saya suka wedang Jahenya, jahe geprek dan pakai gula merah, duh rasanya badan langsung hangat. 
Sayangnya saya gak sempet memotret Restonya karena HP keburu lowbat.

Haha emang dasar perut Jawa ya, rasanya kok gk puas gitu kalau sehari hari diisin pasta, soup cream, pizza. Jadi ya baru seminggu lalu makan makanan Indonesia, minggu ini kesana lagi.
Nah Resto kedua yang saya coba minggu ini masih terletak di daerah Al Karama yaitu Restaurant Betawi, anyway pusat Resto Indonesia memang di Al Karama, karena banyak juga warga Indonesia yang tinggal di daerah tersebut. Lagi-lagi tempatnya juga nyempil, di 49 st Al Karama. 
Restonya nggak besar kira-kira 4 x 6,5-7 meter lah tapi saya suka atmosphere disini.
Untuk pilihan menu ada Sop Buntut, Soto Betawi, Mia Ayam, Bakso, Lontong Sayur, Nasi Padang, Empek-empek, Pecel Ayam dan beberapa menu Lainnya, ada juga gorengan seperti bakwan dan tahu ini. Kali ini saya mencoba Sop Buntut Balado dan Gado-Gado, dan untuk mengobati kerinduan akan gorengan yang notabene disini nggak ada yang jualan, maka saya pun pesan tahu isi dan bakwan :D, dan take away 1 porsi Empek-empek :')))
Harganya sama dengan di Dapoer Kita, rata-sata 25-30 DHS untuk makanannya, lumayan terjangkau lah untuk ukuran di Dubai. Karena biasanya kalau makan di kawasan saya tinggal sekali makan 1 porsi bisa sekitar 60-75 DHS nah loh kan mahal :((

Ah pokoknya saya bahagia setiap kali habis makan Masakan Indonesia disini, bahagia karena lidah dan perut saya bahagia pun bahagia dengan harganya yang terjangkau :)

Sop Buntut Balado - 30 DHS

Gorengan 1 biji 4 DHS

dekorasi tembok Resto Betwai




Wednesday, April 1, 2015

Dubai Desert Tour

Setelah sekian lama vakum menulis, hari ini saya memutuskan untuk 'pemanasan' menulis lagi, mohon maaf  dan harap maklum kalau susunan kata dan penulisan awut-awutan :D
Sebenernya banyak yang saya ingin tulis disini, tentang kehidupan disini, makanan, culture dll.
Tapi kali ini saya ingin sedikit berbagi pengalaman mengenai Desert Tour. 
Okay yuks mulai ....

Setelah pernah gagal ikut Desert Tour  pada Desember tahun lalu akhirnya kemarin terlaksana juga ibadah jalan-jalan di Gurun Pasir :D, oh iya kenapa dulu gagal? Karena dulu saya salah pilih tour Agent, dari awal yang seharusnya penjemputan jam 15.30, mereka ngaret dengan banyak alasan, karena telat jemput akhirnya driver nyopirnya kenceng banget, karena nyopirnya kenceng banget akhirnya si driver kena flash (ditilang karena kecepatan melebihi batas maximal), di jalan saya sudah ngeyel sama drivernya kalau saya minta pulang saja karena percuma saja sudah terlalu gelap, mau liat apa di gurun? wong yang saya cari pemandangan saat sunset, eh tapi percuma saja ngeyel sama mas drivernya yang orang india itu, dia tetep kekeuh menuju Gurun. 
Sesampainya disana saya kembali eyel-eyelan, pihak Tour nya juga ngeyel ngajak ke Camp: katanya ada belly dance, barbeque dll yang bisa dinikmati. Di Camp wooooaaahhh banyak sekali orang dan sepertinya tidak di manage dengan baik alias awut-awutan. Nah kali ini saya ngeyelnya agak kenceng sama bossnya si driver, saya minta pulang sekarang dan tidak mau bayar 1 dirham pun, titik. 

Oke, belajar dari pengalaman yang buruj akhirnya kemarin saya menggunakan Tour Agent yang berbeda, kali ini saya menggunakan Arabian Adventure yang di manage oleh Emirates, dari harga memang jauh lebih mahal, 1 pax nya 360 DHS atau kalau dirupiahkan sekitar 1.296.000 ummm agak mahal ya kalau liat harga dari Rupiah :|
Tapi rupanya harga memang membawa rupa, service mereka sangat bagus, mulai dari penjemputan yang tepat waktu, driver yang ganteng dan sopan dan nyopirnya pun enak, fasilitas di Camp nya juga bagus. 

Kami dijemput tepat pukul 15.30 di JW Marriot Hotel, perjalanan menuju Gurun sekitar 1 jam, sesampainya disana ban mobil agak dikempesin mungkin memang aturanya begitu ya untuk off road di pasir. Pertama kami diajak menuju Camp untuk menikmati soft drink, foto dengan Onta dan pertunjukan Falcon kurang lebih sekitar 30 menit, nah setelah itu dimulailah petualangan di Gurun Pasir, beberapa mobil berkonvoi naik turun tanjakan pasir, saya mencoba mendokumentasikan dalam video tapi tidak berhasil, pertama karena saya kebagian duduk paling belakang, kedua tangan saya keringetan dan gemeteran karena nervous ahahaha harap maklum ya saya ini cah ndeso :D
30 menit setelah perut dikocok2 akhirnya kita berhenti di satu titik untuk berfoto2 ...












saya mencoba memotret Karya Tuhan yang luar biasa indahnya, lagi2 harap maklum kalau fotonya sedanya gini, masih belajar motret dan dengan kamera HP pulak :'))













Setelah foto2 kami lanjut lagi bersafari, dan kemudian berhenti lagi untuk berfoto2 













mencoba menangkap sunset tapi tidak berhasil, yasudahlah :D

Okay, kami lanjutkan lagi perjalanan menuju Camp, kurang lebih 15 menit sampailah kami di Camp,
wooooow Camp nya bagus, jauh lebih bagus dibanding yang dulu saya gagal itu, mereka benar-benar menggarap dan memanage bisnis Tour nya dengan baik.

Di dalam Camp disediakan meja2 dan tempat duduk yang sudah disusun rapi, ada pula free hena buat tamu yang ingin membuat hena ditangan, ada bar yang menyediakan soft drink, wine dan beer, tamu boleh minum sepuasnya, ada juga sisha. 
Kami menikmati sore dengan beberapa gelas white wine dan beers, setelah itu mereka menyediakan starter berupa makanan kecil khas Timur Tengah, setelah starter kemudian kami menikmati main course: ada banyak pilihan makananan khas Timur Tengah, dan ditutup dengan dessert sambil menikmati belly dance. 












Overall saya sangat menikmati Desert Tournya dan sangat puas dengan servis yang diberikan Arabian Adventure :)
Buat teman-teman yang punya rencana ke Dubai dan ingin ikutan Desert Tour, saya rekomendasikan Tour Agent ini.
Atau kalau mau lebih nyaman dengan agent yang dikelola orang Indonesia, teman-teman bisa menggunakan jasa Agent kedubai.com , soal harga tentu lebih affordable dengan fasilitas yang sama yaitu sandune, enjoy sunset, camel riding, henna painting, tea, coffee and barbeque dinner.

Semoga postingan ini bermanfaat buat teman-teman yang jalan-jalan ke Dubai dan ingin menikmati keseruan Desert Tour :)