Pages

Thursday, April 16, 2015

Cerita tentang Vaksin HPV

Dua hari lalu saya akhirnya mencicipi juga Rumah Sakit di Dubai, bukan karena sakit kok, Alhamdulillah Puji Tuhan saya masih diberi nikmat sehat oleh Yang Maha Kuasa. 
Lha terus ngapain ke Rumah Sakit? kebetulan 2 hari lalu jadwal saya untuk Vaksin Serviks / Vaksin HPV (human Papilloma Virus) yang ke 3. Saya ini termasuk orang yang aware sama masalah kesehatan, melihat beberapa kasus orang terdekat yang kena sakit ini lah itu lah, rasanya sehat itu memang mahal dan harus diperjuangkan bukan? Nah Imunisasi HPV ini merupakan tindakan preventive atau pencegahan dari kanker Serviks, menurut catatan WHO saat ini penyakit kanker serviks menempati peringkat teratas di antara berbagai jenis kanker yang menyebabkan kematian pada perempuan di dunia. Di Indonesia, setiap tahun terdeteksi lebih dari 15.000 kasus kanker serviks. Sekitar 8000 kasus di antaranya berakhir dengan kematian. Menurut WHO, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita kanker serviks yang tertinggi di dunia. Mengapa bisa begitu berbahaya? Pasalnya, kanker serviks muncul seperti musuh dalam selimut. Sulit sekali dideteksi hingga penyakit telah mencapai stadium lanjut.

Nah Imunisasi sendiri memang memasukkan cuilan virus tesebut yang sudah diolah mencjadi vaksin kedalam tubuh kita untuk menciptakan kekebalan  tubuh terhadap virus tesebut. Vaksin ini diberikan kepada perempuan yang sudah menstruasi, bahkan di luar negeri anak-anak usia 10 tahun yang sudah menstruasi langsung diberi imunisasi HPV ini.

Sebetulnya saya juga telat usia sudah 30 an baru vaksin hehe, waktu itu saya tahu dari seorang teman yang sudah seperti adik sendiri, atas anjuran dia akhirnya saya ke dokter yang juga rujukan dia untuk mendapatkan imunisasi HPV ini. Secara umum vaksin HPV ada 2 jenis. Yang pertama yaitu yang bekerja untuk dua jenis virus tipe 16 dan 18 yaitu Cervarix yang kedua adalah Gardasil yang bisa melawan 4 jenis virus HPV yakni tipe 6, 11, 16, dan 18). Type 16 dan 18 adalah virus penyebab kanker sementara tipe 6 dan 11 adalah penyebab kutil kelamin. Saya mendapatkan suntikan Cervarix.
Suntikan pertama saya dapat tanggal 9 Oktober 2014 di R.S Soeyoto Veteran Bintaro, suntikan ke dua 13 November 2014 masih di R.S yang sama oleh dr. Sim Aryanto Senjaya, keduanya disuntikkan di lengan kanan, untuk biayanya sendiri sekali suntik sekitar Rp 800.000,- 

Nah giliran yang ke 3 ini, karena kebetulan saya sedang berada di luar negeri mau gak mau saya mencari rekomendasi dimana saya bisa mendapatkan vaksin HPV ini. Setelah bertanya kesana kemari akhirnya saya mendapatkan nomor telepon dr. May Abdul Jabar, saya langsung telepon dan akhirnya bikin janji untuk vaksin di R.S Al Zahra. 
Selasa, 13 April saya langsung ke R.S Al Zahra, setelah registrasi saya disuruh menunggu agak lama untuk bisa bertemu dengan dr. May ini, nah akhirnya giliran saya nih. Saya menuju ruang dr. May, saya pikir saya akan langsung dapat vaksin disana, ternyata oh ternyata hanya konsultasi saja, ditanya macem-macem lah sehubungan dengan riwayat kesehatan saya tentunya. Selesai konsultasi saya diberi resep, saya musti ke apotek sendiri buat beli vaksinnya. 
Sebelum ke apotek saya ke kasir dulu, ternyata konsultasi begitu saja bayar ya, dan mahal pulak, biaya konsultasinya saja sudah 425 DHS atau hampir 1,5 juta Rupiah *elap keringet*

Kemudian saya ke apotek di lantai 1, ternyata vaksinnya gak ada di Rumah Sakit itu, ergghhh mana udah bayar konsulnya kan? ya sudah akhirnya saya mencari apotel yang cukup besar disini, perjuangan gak sia-sia karena akhirnya dapet juga itu vaksin cervarix yang lagi-lagi ternyata harganya lebih mahal daripada di Jakarta, harga vaksinnya sendiri 392 DHS atau 1,4 juta Rupiah.
Saya balik lagi ke R.S dan meminta perawat disana untuk menyuntikkan vaksin itu, lagi-lagi saya harus menunggu sekitar 15 menit. Dan waktu giliran saya mau disuntik, susternya minta saya buat tiduran, trus saya bilang loh biasanya duduk kok, dan biasanya saya disuntik di lengan kanan. Tapi susternya kekeuh dan ngomong dengan bahasa Inggris versi India yang gak sepenuhnya saya ngerti. 
Dia bilang mau suntiknya di pantat aja, yasudah lah daripada saya gila kalau harus berdebat dengan si mbak suster itu ya saya manut, akhirnya proses vaksin yang ke 3 selesai sudah. Total biaya yang harus saya keluarkan sekitar hampir 3 Juta Rupiah, di Jakarta biaya sebesar itu sudah untuk 3 kali suntik :D

Semoga kita senantiasa diberi nikmat sehat, dan semoga kita semua senantiasa bahagia, no matter what :)

2 comments:

  1. Wah nteee... kok ya saya juga pengen ya.
    Mau ah vaksin juga. Saya belum pernah. Itu per 6 bulan kan ya vaksinnya?. Sakit tah?.
    Saya agak keder kalau mau suntik suntikan. Hahaha

    ReplyDelete
  2. bahahaha nte jadi kamu selain keder ketinggian kamu keder sama jarum suntik *ngikik*
    vaksinnya bukan per 6 bulan nte, tapi 0,1 dan 6 bulan. Jadi suntikan pertama misal April, suntikan ke dua 1 bulan setelahnya dan suntikan ke tiga adalah 6 bulan dari suntikan pertama, gak sakit kok :)

    ReplyDelete

Monggo kalau mau komentar