Pages

Wednesday, September 23, 2015

Waxing Time


Setelah tertunda cukup lama, akhirnya rencana waxing pun terlaksana.
Dengan berbekal baca beberapa review dan juga tulisan-tulisan dari teman-teman blogger, akhirnya saya memilih menunaikan treatment waxing ini di WaxTime, tempat Waxing yang mungkin lokasinya cukup nyempil ini akhirnya berhasil saya temukan, lagi-lagi berbekal tanya2 teman, ingat karena sesungguhnya malu bertanya sesat di jalan bukan?
Waxing_id ini berlokasi di Pasar Santa, lantai Dasar BKS 105-105.

Sesampainya di Wax Time, dengan rasa deg-deg an saya tanya sama si Mbak hitam manis yang ada di depan, yang ternyata dialah capster yang menghandle saya.
Dengan malu-malu saya bilang, saya mau brazilian wax dan itu adalah kali pertama saya melakukannya. Si mbak hitam manis, yang saya lupa namanya itu kemudian mengajak saya masuk ke ruang yang perawatan, dia memberikan 1 kemben dan 1 handuk dingin, saya ditinggal untuk ganti baju saya dengan kemben yang sudah disediakan.
Setelah selesai berganti, si mbak hitam manis itu kemudian masuk ke ruang eksekusi :D

Saya yang canggungnya luar biasa karena pertama kali melakukan brazilian wax akhirnya lumer juga dengan obrolan dari si mbak itu.
"Mbak baru pernah brazilian waxing ya? sebelumnya biasa di shave sendiri?" saya cuman jawab ho oh aja sambil mesem-mesem malu.
Kemudian si mbak itu menjelaskan kalau prosesnya akan memakan waktu 40 menit, dan rasanya agak sakit karena ini kali pertama. Dan si mbak juga menjelaskan kalau biasa shave maka akar-akarnya semakin kuat, jadi nanti ditahan ya mbak kalau sedikit sakit.

Oh ya jenis bahan yang digunakan di waxing_id ini adalah hot wax. Ada 2 jenis yaitu yang berwarna hijau dan pink, bedanya yang hijau untuk bulu yang tebal, sedangkan yang pink untuk menghilangkan bulu-bulu halus.
Jadi karena kemarin adalah kali pertama saya melakukan brazilian waxing maka si mbak nya menggunakan hot wax yang berwarna hijau.
Daaaan yaah meskipun sudah diperingatkan untuk tidak tegang tapi sebagai wanita biasa yang baru pertama kali melakukan brazilian waxing, saya pun tetap tegang saat pencabutan pertama saya pun teta periak 'aaawww' tapi ternyata sakitnya tidak lama kok :)

Setelah selesai proses brazilian waxing, lalu beralih ke atas hehe ... underarm waxing.
Nah lain kalau untuk underarm waxing ini, si mbak menggunakan hot wax yang berwarna pink. Karena bulu-bulu diatas relatif lebih halus ketimbang bulu-bulu dibawah sana.

Selesai juga akhirnya treatment waxing, dan voila haluuuus  ...



Next treatment semoga sudah bisa lebih enjoy dan nggak kagok lagi ya :))

Selamat Berbahagia Pak ...

Setelah berminggu-minggu tak berkabar dengan bapak. Siang ini Bapak mengirimi sms panjang, sms yang mendadak membuat saya berhenti dari aktivitas yang saya kerjakan. SMS yang begitu mengejutkan, yang sontak membuat saya tertawa sekaligus menangis. Entah tangisan kebahagiaan atau apa ...
Bapak yang mendadak mengabari akan menikah (lagi) meminta doa dan dukuangan dari anak-anaknya.
Percayalah, sebagai seorang anak, saya selalu mendoakan bapak saya, mendoakan beliau agar senantiasa diberi kesehatan, mendoakan beliau agar senantiasa bahagia.

Saya tau kok semenjak kepergian ibu, pastilah bapak merasa kesepian, apalagi hampir semua anak-anaknya berada di luar kota. Saya paham di usia bapak yang semakin senja, beliau butuh teman untuk berbagi rasa, teman untuk bercerita.
Saya paham bapak butuh seorang pendamping, saya paham pak.
Saya juga tidak ingin menjadi sosok anak yang egois, yang tidak menginginkan bapaknya bahagia.

Tapi sms itu sungguh membuat mood saya berubah drastis, pun ditambah dengan candaan-candaan yang membuat saya semakin merasa sedih. Entahlah perasaan sedih macam apa, yang seharusnya saya tak perlu merasa sedih.
Lucu memang, hanya saya saya merasa bapak menghianati cintanya ke Ibu, saya tau ibu sudah berada di surga, tapi tetap saja rasanya seperti itu.

Perasaan sedih ini menjadi bercampur tak karuan, ketika saya merutuki nasib saya yang belum juga menikah.
Yang telah dua kali merencanakan pernikahan namun gagal, entah apa yang salah dari diri saya, entah mengapa saya mendadak merasa menjadi perawan yang kian menua dan tak diinginkan oleh seorangpun. Perasaan yang mendadak menyergap saya tanpa basa basi. Membuat saya semakin tak karuan :|

Pak, asal bapak tau, betapapun kita tak pernah dekat, betapapun bapak lebih sayang ke orang lain saya tetap menyayangi bapak dan menghormati bapak sebagaimana mestinya seorang anak kepada bapaknya.
Tak ada yang bisa saya berikan selain doa untuk kebahagiaan bapak dan semua kebaikan bapak ....